HISTORY♥♥♥

dimanche 25 avril 2021

Perang Dunia 1, Senjata Kimia, Karakter Baik (menurut bangsa), dan #Pangan101

Hai! Aku baru aja selesai ujian tengah semester kemarin (24/04). Hari ini tidur seharian hehe sampe aku telat bangun untuk diskusi sama adik asuhku dan terpaksa pertemuan kami harus di-cancel.

Aku sebenernya lagi nugas sih, disuruh buat makalah tentang hubungan nutrisi-kesehatan tapi aku bener-bener ngga ada muse, mungkin karena butuh istirahat juga setelah ujian huft padahal deadline-nya sebentar lagi. Kenapa ngga dikerjain dari awal? Karena waktuku habis untuk belajar dan ngejar catetan yang buanyak banget itu untuk ujian tengah semester kemarin.  Karena aku belum ada muse dan masih nyari-nyari tentang tugasku jadi aku selipin nulis di blog dulu aja deh, barangkali muncul inspirasi kan--nulisnya juga ada hubungannya sama #Pangan101 kok.

Jadi awalnya aku waktu itu (30/12/2020) dapet text dari temenku yang ajaib. Kurang lebih begini isinya, "Nya di PD 1 prajurit2nya pake masker kain yg dikencingin mereka sendiri utk  ngelindungi dari klorin & gas beracun, emang di air kencing ada apaan nya". Akhirnya I did a little searching dan ya gitu ngga dapet jawaban mutlaknya tapi yang aku dapet adalah aku tau kalau klorin dan urin itu bisa bikin asma atau influenza dan setelah aku bales text-nya dengan sedikit kesotoyanku lalu obrolan kita makin aneh kayak fungsi rokok yang waktu itu untuk nutupin bau-bau mayat di parit. Yap, begitulah. Tapi bukan tentang kandungan kimia dalan urin sampe sapu tangan prajurit direndem di dalam urin buat menangkal klorin sama gas-gas beracun lain yang akan aku bahas di sini. Nah jadi setelah aku ngobrol sama dia, aku jadi inget sesuatu tentang WWI yang ada hubungannya sama pangan. Langsung aja.

 ,,Tulisan ini dibuat untuk orang-orang yang suka makan nasi''

Jadi ada nih orang jahat yang mempersenjatakan gas klorin dan antusias banget buat nyambut perang dunia pertama BAHKAN dia sendiri mencoba senjatanya di kulit serdadu lawan yang membuat kulitnya meleleh gitu. Senjatanya memang sengaja dibuat untuk menciptakan rasa sakit yang membuat korbannya meraung minta segera dimatikan saja. Si orang jahat ini juga adalah orang yang sama yang membiarkan istrinya--isrinya seorang aktivis HAM fyi--untuk bunuh diri, sedangkan beliau lagi sibuk-sibuknya bangga sama senjata yang beliau ciptakan sambil fokus ngawasin pertempuran. Bayangin aja, istrinya lagi nangis sambil nembakin dirinya sendiri dan suaminya yang biadab lagi senyum-senyum kesenengan karena senjatanya berhasil menyengsarakan lawan. 

Orang jahat ini, orang biadab ini, Fritz Haber, yang tidak mencerminkan karakter baik versi bangsa kita telah secara tidak langsung mengatasi kelaparan dunia dan revolusi pertanian. Orang biadab ini adalah alasan kamu dan aku saat ini masih bisa makan nasi. 

Beliau yang menemukan pupuk kimia dan berhasil memberi makan 1.2 miliar jiwa serta memungkinkan petani untuk bebas dari petaka gagal panen karena tanah gersang atau tanah tidak subur. Beliau yang memulai revolusi hijau, jasanya diabadikan dalam sebuah Nobel dan menjadi pelajaran kimia yang wajib di seluruh SMA di dunia.

 FRITZ HABER

Meskipun beliau tidak membangun karakter pribadinya sebagai karakter yang baik dalam mata bangsanya--bahkan kita. Tidak seperti kebanyakan bangsa kita membangun karakter dengan *budi pekerti* dan *keindahan*. Beliau membangun bangsa dan dunia dengan penemuannya.

Sekarang ucapkan terima kasih kepada iblis yang membakar ribuan manusia dengan bahan kima yang berbahaya. Karena beliau lah, kita semua bisa makan nasi hari ini, kemarin, bahkan besok.

Last words, persetan sama pencitraan dan karakter baik kalau tidak menyumbang sesuatu untuk negara dan dunia.   


Xx,

Fralatania

Aucun commentaire:

Publier un commentaire